VOICE-Pemilihan Raya (Pemira) Gubernur Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) akhirnya terlaksana setelah sempat tertunda. Pemilihan ulang ini digelar karena adanya Surat Ketetapan (SK) yang meloloskan dua pasangan calon (paslon) yang sebelumnya ditetapkan. Meski berjalan lancar, Pemira kali ini diwarnai dengan rendahnya partisipasi mahasiswa.Dari 1.580 Daftar Pemilih Tetap (DPT), hanya sekitar 400 mahasiswa yang menggunakan hak pilihnya.
Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) FH, Khoirul Umur, pemilihan ini merupakan kelanjutan dari pemilu sebelumnya, bukan pengulangan dari awal. "Kami hanya melanjutkan pemira yang kemarin," ujarnya.
Proses pemilihan berjalan lancar tanpa pengamanan khusus, sesuai dengan prosedur PKPU No. 2 dan PKPU No. 3. Namun, partisipasi mahasiswa dinilai masih rendah. Dari 1.580 Daftar Pemilih Tetap (DPT), hanya sekitar 400 mahasiswa yang menggunakan hak pilihnya. Ahmad Zahfra Nizar, mahasiswa FH angkatan 2024, menyayangkan rendahnya partisipasi ini. "Demokrasinya perlu ditingkatkan lagi," katanya.
Hasil pemilihan menunjukkan paslon 1 unggul telak dengan perolehan lebih dari 200 suara, sementara paslon 2 hanya meraih 27 suara. Khoirul Umur berharap gubernur terpilih dapat segera menyusun program kerja (proker) dan melantik Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) agar FH tidak tertinggal dari fakultas lain. "Jabatan gubernur di fakultas kan 6 bulan, sementara FH tertunda hampir 2 bulan. Intinya harus gercep buat proker," tegasnya.
KPUM menegaskan bahwa mereka bekerja secara independen dan transparan. "Kami tidak ada tekanan dari pihak manapun," ujar Khoirul Umur. Ia juga menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak mengadakan debat publik karena kedua paslon tidak siap dan untuk mengejar waktu yang terbatas.
H, mahasiswa FH angkatan 2022, menilai bahwa proses pemilihan kali ini sudah cukup baik, terutama dengan adanya respons cepat dari pihak dosen terhadap aspirasi mahasiswa. "Dari aspirasi teman-teman langsung diaplikasikan sama para dosen," katanya.
AZF juga mengapresiasi pihak dosen yang terbuka terhadap aspirasi mahasiswa. "Kemarin ada beberapa polemik, ternyata bisa tertangani juga. Mungkin next time diperbaiki lagi," ujarnya.
Diharapkan, gubernur mahasiswa FH terpilih dapat segera menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa perubahan positif bagi fakultas. KPUM juga berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pemilihan.