Lingkungan yang bersih merupakan salah satu impian semua orang, hal itu diucapkan oleh seseorang yang saya kenal, namun apakah ucapan tersebut hanya sebatas formalitas saja? justru pada kenyataannya manusia zaman sekarang banyak yang memilih berteman dengan adanya sampah di kehidupannya. Pemikiran egois mereka yang memilih untuk membuang sampah sembarangan masih saja tertanam begitu saja di otak mereka. Hal ini terlihat dari banyaknya sampah yang masih berserakan di jalanan raya sekitar kampus. Kondisi tersebut mencerminkan betapa pentingnya kesadaran masing-masing pihak terhadap kebersihan sekitar, karena pada dasarnya jika manusia tidak memiliki kesadaran akan hal tersebut tentunya dapat berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan manusia itu sendiri. Pencemaran yang lebih luas pun menjadi suatu resiko yang potensial, misalnya pencemaran air, tanah, dan bencana alam seperti banjir.
Penumpukan sampah yang berada di sekitaran jalan raya
Telang atau kampus menjadi salah satu dampak yang menyebabkan terjadinya aliran
sampah ke selokan-selokan di sekitaran jalan, akibatnya dapat menyebabkan
banjir di sekitaran wilayah Telang ataupun di kampus, tentu hal itu dapat
membahayakan bahkan meresahkan mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk menjalani
kegiatannya sehari-hari secara optimal. Meskipun kampus dan Pemerintah telah
menyediakan akses untuk tempat pembuangan sampah, sayangnya manajemen fasilitas
tersebut seringkali belum optimal. Selain itu, sikap bodo amat yang sering kali
mewarnai pikiran para masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat
menambah kerusakan bagi alam sekitar. Jika kesadaran ini tidak dibangun, bisa
saja akan membentuk suatu budaya yang dapat merusak lingkungan sekitar dalam
jangka yang panjang.
Menyangkut permasalahan tersebut, perlu adanya suatu
upaya penanggulangan sampah yang harus dimulai dari individu itu sendiri.
Setiap masyarakat dan juga mahasiswa perlu memperbaiki kebiasaannya untuk tidak
membuang sampah secara sembarangan. Edukasi mengenai pentingnya kebersihan
lingkungan menjadi salah satu alat yang harus digalakkan bagi masyarakat dan
mahasiswa. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan mahasiswa seperti kegiatan daur
ulang sampah dapat menjadi solusi untuk menyadarkan perilaku masyarakat. Upaya
kerja sama antara pihak Pemerintah dan pengelola kampus juga diperlukan untuk
meningkatkan efektivitas dalam pengelolaan sampah yang berada di sekitaran
jalan raya. Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memiliki potensi dalam melakukan
riset untuk pengelolaan sampah dengan melibatkan mahasiswa dan dosennya, dengan
hal itu kampus dapat menjadi pionir dalam menciptakan teknologi pengembangan
yang dapat mengelola sampah.
Terciptanya lingkungan yang bersih dan rapi akan jauh
lebih enak dipandang. Dengan semua permasalahan diatas menunjukkan pentingnya
sinergi para pihak untuk mengatasinya. Terciptanya lingkungan yang bersih
tersebut bukan hanya bergantung pada upaya Pemerintah maupun pihak kampus
semata, melainkan peran aktif dan kesadaran yang dimiliki oleh individu juga
menjadi upaya yang dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan rapi.
Lingkungan yang bersih merupakan aset yang berharga, kondisi ideal pada
lingkungan sekitar tidak hanya membuat lingkungan sekitar lebih enak dipandang,
namun dapat pula memberikan dampak positif pada kesehatan, ekonomi, dan
keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. Kesadaran semua pihak akan
lingkungan yang bersih diharapkan menjadi pondasi utama untuk tumbuhnya
kesejahteraan bersama.
Penulis: Biya
Editor: Mal