Sampai kapan harus berdamai dengan sampah dan banjir di telang??

 






        Universitas Trunojoyo Madura (UTM) merupakan salah satu kampus negeri yang terletak di daerah Telang, Kabupaten Bangkalan. Adanya kampus di daerah tersebut tentunya menjadi potensi masyarakat sekitar untuk membuka usaha. Namun dibalik hal itu banyak dari mereka yang tidak mempedulikan kebersihan sekitar, bukan hanya para masyarakat yang membuka usaha disekitar kampus, tetapi beberapa mahasiswa lainnya yang berkuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) juga masih memiliki pemikiran rendah tentang betapa pentingnya kebersihan lingkungan di sekitar. Hal ini menjadi bukti betapa rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.

        Lingkungan yang bersih merupakan salah satu impian semua orang, hal itu diucapkan oleh seseorang yang saya kenal, namun apakah ucapan tersebut hanya sebatas formalitas saja? justru pada kenyataannya manusia zaman sekarang banyak yang memilih berteman dengan adanya sampah di kehidupannya. Pemikiran egois mereka yang memilih untuk membuang sampah sembarangan masih saja tertanam begitu saja di otak mereka. Hal ini terlihat dari banyaknya sampah yang masih berserakan di jalanan raya sekitar kampus. Kondisi tersebut mencerminkan betapa pentingnya kesadaran masing-masing pihak terhadap kebersihan sekitar, karena pada dasarnya jika manusia tidak memiliki kesadaran akan hal tersebut tentunya dapat berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan manusia itu sendiri.  Pencemaran yang lebih luas pun menjadi suatu resiko yang potensial, misalnya pencemaran air, tanah, dan bencana alam seperti banjir.

        Penumpukan sampah yang berada di sekitaran jalan raya Telang atau kampus menjadi salah satu dampak yang menyebabkan terjadinya aliran sampah ke selokan-selokan di sekitaran jalan, akibatnya dapat menyebabkan banjir di sekitaran wilayah Telang ataupun di kampus, tentu hal itu dapat membahayakan bahkan meresahkan mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk menjalani kegiatannya sehari-hari secara optimal. Meskipun kampus dan Pemerintah telah menyediakan akses untuk tempat pembuangan sampah, sayangnya manajemen fasilitas tersebut seringkali belum optimal. Selain itu, sikap bodo amat yang sering kali mewarnai pikiran para masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat menambah kerusakan bagi alam sekitar. Jika kesadaran ini tidak dibangun, bisa saja akan membentuk suatu budaya yang dapat merusak lingkungan sekitar dalam jangka yang panjang.

        Menyangkut permasalahan tersebut, perlu adanya suatu upaya penanggulangan sampah yang harus dimulai dari individu itu sendiri. Setiap masyarakat dan juga mahasiswa perlu memperbaiki kebiasaannya untuk tidak membuang sampah secara sembarangan. Edukasi mengenai pentingnya kebersihan lingkungan menjadi salah satu alat yang harus digalakkan bagi masyarakat dan mahasiswa. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan mahasiswa seperti kegiatan daur ulang sampah dapat menjadi solusi untuk menyadarkan perilaku masyarakat. Upaya kerja sama antara pihak Pemerintah dan pengelola kampus juga diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dalam pengelolaan sampah yang berada di sekitaran jalan raya. Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memiliki potensi dalam melakukan riset untuk pengelolaan sampah dengan melibatkan mahasiswa dan dosennya, dengan hal itu kampus dapat menjadi pionir dalam menciptakan teknologi pengembangan yang dapat mengelola sampah.

        Terciptanya lingkungan yang bersih dan rapi akan jauh lebih enak dipandang. Dengan semua permasalahan diatas menunjukkan pentingnya sinergi para pihak untuk mengatasinya. Terciptanya lingkungan yang bersih tersebut bukan hanya bergantung pada upaya Pemerintah maupun pihak kampus semata, melainkan peran aktif dan kesadaran yang dimiliki oleh individu juga menjadi upaya yang dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan rapi. Lingkungan yang bersih merupakan aset yang berharga, kondisi ideal pada lingkungan sekitar tidak hanya membuat lingkungan sekitar lebih enak dipandang, namun dapat pula memberikan dampak positif pada kesehatan, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. Kesadaran semua pihak akan lingkungan yang bersih diharapkan menjadi pondasi utama untuk tumbuhnya kesejahteraan bersama.

        Akhirnya, kunci harapan terbesar terletak pada perubahan pemikiran dan perilaku masyarakat untuk lebih mencintai dan menghormati lingkungan sekitar. Dengan memiliki komitmen yang kuat untuk peduli pada lingkungan, tindakan kolektif untuk membersihkan lingkungan, dan penerapan inovasi teknologi dalam pengelolaan limbah, dapat menciptakan masa depan yang cerah dan sehat bagi sekitar wilayah Telang dan kampus. Setiap langkah yang diambil, sekecil apapun itu, menciptakan dampak yang lebih luas bagi keadaan dan keberlanjutan lingkungan hidup kita. Gaya hidup semangat dalam menjaga lingkungan, harus terus dilakukan demi menciptakan lingkungan yang ideal bagi kita semua. Tumbuhnya kesadaran sejak dini, menjadi harapan untuk mendorong adanya budaya hidup yang bersih, sehat dan produktif. Dengan upaya yang dilakukan bersama, sampah disekitar Telang dan kampus yang kini menjadi momok dapat diubah menjadi nilai tambah untuk segi ekonomi dan ekosistem lingkungan yang harmonis. Transformasi yang dilakukan oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM), dapat membuktikan bahwa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bukan hanya unggul dalam akademiknya, namun juga menjadi pionir dalam melakukan praktik ataupun riset mengenai pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

 Penulis: Biya

Editor: Mal



Post a Comment

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post